Pengasuhan Anak Lelaki

Serie Qowwam vol.1
My Home Parenting
by Indah Hendrasari

“….. dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan..” (Ali Imran : 36)

Mungkin ya kita itu sudah tau banget kalau mendidik satu anak laki-laki, berarti kita sedang membangun sebuah peradaban. Kita juga sudah faham banget jika mereka adalah calon imam keluarga yang mana merupakan calon pemimpin peradaban. Makanya kita juga mengerti banget jika kita mendidik mereka dengan benar, maka kita sedang berkontribusi untuk munculnya “khairu ummah”(umat terbaik) yang terdiri dari keluarga-keluarga dahsyat disebabkan keluarga itu dipimpin oleh para imam keluarga yang tangguh, hingga keluarga- keluarga itu menjadi bangsa tangguh, dimana rakyat tangguh akan melahirkan pemimpin yang unggul, karena pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Cuman, ya itu suka lupa kalau sifat dasar lelaki itu adalah “Qowwam” (AN-Nisa : 34), Inilah fitrah paling mendasar lelaki. Karena lupa jadilah aplikasi pengasuhan anak lelaki kita tidak menfasilitasi sifat dasarnya, malah keseringan “memadamkannya” astaghfirulloh……. 😭😭
Fokus pengasuhanpun menjadi ngawang, bahkan yang paling parah malah tak punya landasan pengasuhan, hingga anak lelakinya pun tak jelas kemana hendak menuju. Jadilah kini sang anak lelaki yang miskin akan visi diri, tak punya impian, serta hampa harapan, hanya menjalani hari dengan motto “Let It Flow”…. 😫
Maka ga heran kalau sekarang ini banyak keluarga yang limbung, serta tak punya arah, itu disebabkan sang imam hilang sifat dasarnya….☹️
Agar kita faham apa sih qowwam itu, maka ada beberapa pengertian qawam dalam jiwa laki-laki. 

  1. Qiwam (dengan kasroh) artinya makanan yang membuat manusia tegak berdiri.
    Menunjukkan makna bahwa lelaki sejati ibarat makanan yang memberikan dampak positif sekitarnya, yang bengkok menjadi lurus, yang lemah menjadi kuat. Itulah kenapa jika wanita memiliki suami yang qawam, akan memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, lihat wanita-wanita yang mampu berkarya tapi juga hebat dalam mendidik anak, bisa dipastikan ada suami qowwam dibelakangnya. Jika menilik shiroh, maka kita pun bisa melihat bagaimana keqawaman Rasulullah tampak dari istri-istrinya. Dimana setelah menikah seluruh potensi istri-istrinya berkembang dengan baik. Aisyah tercatat menjadi gurunya dari ulama fiqih dan hafal lebih dari 1200 hadis. Istri rasul lain yang memiliki potensi menjadi ahli sosial, sehingga mendapat ummul masakin, ibunya orang-orang miskin. Hafsah menjadi ahli ibadah, asshowama al qawama, ahli puasa dan ahli ibadah. Maimunah memiliki keahlian menulis, berbagai wahyu Allah ditulis, berbagai sunah rasul ditulis dan disimpan. Istri Rasulullah menjadi bintang karena keqawaman suaminya.
  2. Qawam (dengan fathah) yang kedua berarti adil dan seimbang (al mishbah almunir, ahad bin muhammad al fayumi)
    Adil menempatkan sesuatu berdasarkan haknya, tidak labil keputusannya, logikanya jalan, emosi stabil. Lelaki seperti ini bisa memisahkan permasalahan, mengkotak-kotakkan masalah istilah suami saya, masalah kantor selesai di kantor, dirumah maka hanya akan fokus mengurai dan menyelesaikan masalah rumah, bisa sibuk diluar tapi keluarga tetap terarah. Itulah mengapa jika kita tilik sejarah, betapa para nabi dan sahabat, mereka semua orang sibuk, tapi arah keluarga mereka jelas, anak keturunan mereka sholeh, mampu menerapkan WLB (Work Life Balance).
  3. Al – Qoyyim bermakna pemimpin (Mukhtar ash shihah, abu bakar ar razi)
    Berani mengambil amanah sebagai pemimpin umat. Tegas dalam beragama, tidak netral, mampu berjuang dalam menegakkan agama ALLAH, mampu menunjukkan sikap saat agama ini dihina, jika anak kita tak punya sikap saat ummat dipermainkan, maka ada yang miss dalam pengasuhan anak lelaki kita, karena hakikatnya misi seorang lelaki hadir kedunia ini adalah sebagai dai, memimpin alam ini agar tunduk dan patuh pada sang Penciptanya. Jika ingin sukses mendidik anak lelaki maka tirulah manusia yang sudah sukses dalam sejarah peradaban manusia yaitu nabi Ibrahim, hingga dijuluki Bapak para nabi.

Jelaslah sudah dalam mendidik anak laki-laki, maka goal/tujuan/ target utama pendidikannya adalah harus menjadikan anak laki-laki menjadi Nabi , maka jika dibawa ke pendidikan anak lelaki #jamannow memiliki karakter jiwa kenabian atau yang kita kenal saat ini dengan nama ulama. Selain itu anak laki-laki harus dididik dengan 1 keahlian khusus yang dikuasai di bidangnya, jangan mendidik anak laki-laki jadi anak yang multi talenta. Sebab tugas dan visi kehadiran dirinya dimuka bumi ini sudah spesifik, sudah clear, tugas kita hanya mengantarkan mereka mencapainya. Dari 3 makna qowwam diatas maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa anak lelaki kita harus dididik untuk bisa mempunyai sifat >>>

Menegakkan, menjadikan, membentuk, meningkatkan, kuat, tangguh dan survive.
Serta fokus pendidikan anak lelaki pun bisa disimpulkan >>> Menjadi ahli dibidangnya tapi punya jiwa iqomatuddin.

Wa allahu alam bishowab….

Buat kawan – kawan yang mau share silahkan saja, tak perlu ijin, jika ingin copas, dimohon cantumkan nama penulisnya ya…
Ikuti terus ya serie qowwam ini di tulisan – tulisan berikutnya….
Terima kasih yang udah mau baca, like, komen dan share…. 😁🤗😘

#MyHomeParenting
#SerieQowwam vol 1
#Pengasuhan_anaklelaki
by : Indah Hendrasari

Leave a Reply

Close Menu