Otak Emosi Anak Lelaki

Serie qowwam vol 3
My home Parenting
By indah hendrasari

Suka mikir ga sih kenapa ya anak lelaki itu lebih agresif dibandingkan anak perempuan?….
Bahkan saking sering kejadiannya, maka agresifitas anak lelaki ini sudah dianggap kewajaran umum, kalo ga nakal (baca : agresif) maka ga laki deh…. 🤔Hanya saja kewajaran ini suka bablas, banyak anak lelaki tumbuh dengan keagresifan yang semakin liar, bagaikan bom waktu akhirnya suatu ketika meledak, biasanya terjadi ketika usia awal baligh (dimana saat itu aqil belum selesai), atau istilah kerennya remaja.
Hal ini disebabkan Nucleus Suprachiasmaticus (bagian di dalam hipothalamus yang berfungsi mengatur respon marah agresifitas) anak lelaki berbentuk cerutu, berbeda dengan perempuan yang berbentuk bola, sebenarnya reaksi ini merupakan pengamanan terhadap dirinya ataupun barang miliknya.
Inilah alasan tak ada gunanya kita menceramahi atau memarahi anak lelaki kita yang sedang agresif, sebab jika itu yang kita lakukan, maka bersiaplah menerima penolakan besar darinya, serta jika ini berlangsung terus menerus menyebabkan hilangnya kepercayaan anak lelaki kepada orangtua, hingga kelak dia tumbuh menjadi pria yang sulit diatur, ketika menjadi suami dan ayah akan mudah meledak. woow ngeri ya efeknya 😭

Sebenarnya ini sesuai dengan hakikat penciptaan lelaki kedunia ini, sebagai qowwam mereka memang didesain untuk melindungi, oleh sebab itu jika kita perhatikan, anak lelaki itu hanya akan berlaku agresif jika keamanan diri atau barang atau orang yang disayangnya terusik…… >>> ini untuk keadaan normal ya, bukan keadaan trauma.

Sikap agresif juga biasanya karena energi mereka yang besar, dengan volume otak yang lebih besar dari anak perempuan, anak lelaki butuh mematangkan syaraf motorik mereka, nah penyaluran yang tidak pada tempatnya inilah yang harus kita waspadai…..😥 
Seperti yang umum kita ketahui bersama bahwa anak lelaki sebelum berumur 18 tahun, maka bagian otak kanan lebih berkembang dibanding otak kiri, hingga membuat mereka lebih suka bertindak sebelum berpikir, selalu berani menaklukan tantangan, suka kegiatan ekstrim bahkan nyaris berbahaya, Oleh sebab itu anak lelaki yang tidak matang otak emosinya (berada diotak kanan) akan membuat lelaki bermental banci, masih terus bersikap agresif bahkan tak segan menyakiti wanita….. 😱

Jadi bagaimana sebaiknya ?.

Bismillah……
Jika kita tilik shiroh bagaimana Rasululloh mengangkat Usamah bin Zaid sebagai panglima perang ke syam, memimpin para shahabat senior seperti saad bin abi waqqosh, umar bin Khatab, abu ubaidah bin jarroh di usianya yang masih 18 tahun, maka kita memahami bahwa usia itu otak lelaki sudah matang baik kanan maupun kiri, itu sesuai dengan penelitian otak. Dimana kemampuan menganalisa, menghitung, teratur dan detail sudah matang (tugas otak kiri), tapi sebelum itu ALLAH desain agar otak kanan lelaki lebih lama dimatangkannya dengan tujuan menunjang fitrah dasarnya sebagai qowwam, dimana fitrah ini mengharuskan lelaki berpikir kreatif, banyak ide atau hikmah hingga mampu memimpin, mencari solusi suatu permasalahan, serta briliant dalam mengambil keputusan…. 😍 😎
Langkah tepat kita sebagai orangtua adalah MEMATANGKAN OTAK EMOSI anak lelaki kita sebelum mereka usia 14 tahun. Berikut ikhtiar yang bisa kita lakukan :

  1. Biarkan anak lelaki kita banyak bermain kreatif di 5 tahun pertamanya
    Karena otak kirinya belum merangkai sempurna, anak laki-laki cenderung santai, rileks, dan senang main-main. Kalau udah main kayak ga ada habisnya, full power, kalah deh batere alkaline ato energizer. Oleh sebab itu bebaskanlah dia bermain, ingat ya BEBAS bukan BABLAS >>> sering nemuin kasus orangtua ga bisa bedain ini 😪
    Salah satu metode yang efektif adalah BBA (Belajar Bersama Alam), kita tahu anak lelaki itu bukan untuk dipingit, melainkan untuk melalang buana menjelajah, agar kematangan berpikir, serta kebijaksanaan hidup bisa dia dapat. Ga perlu repot ngajarinnya akademis, fokus di penanaman iman dan value, juga ritme pemikiran otomatis (alam bawah sadar). Inilah masa emas mendudukan fitrah iman, melalui shiroh, sikap diri positif dan bahasa ibu.
  2.  Setting tujuan pengasuhan emosi anak di 7 tahun pertama adalah TANGGUH. 
    Anak lelaki yang otak emosi terganggu maka cenderung kurang kreatif, malas-malasan, kurang disiplin, mudah menyerah dan tidak tangguh. Pematangan emosi anak itu sangat menentukan di usia 7 tahun pertama, karena itu goal pengasuhan anak di 7 tahun pertamanya adalah tangguh, jika anak di usia 7 tahun kedua ternyata kurang tangguh (tidak disiplin, mudah menyerah, pesimis dan hal-hal lain berkenaan konsep diri negatif). Maka itu bisa jadi disebabkan emosi kurang matang di 7 tahun pertama.
  3. Pastikan respon lingkungan yang akan diterima anak di 7 tahun pertamanya.
    Nah ini mengapa jangan pernah tinggalkan anak kita pada siapapun, tanpa kita yakin bahwa cara orang yang akan merespon anak kita sama dengan cara kita, sebab respon di 7 tahun pertama inilah yang akan menjadi landasan pondasi dari alam bawah sadar manusia, atau kalau dalam ilmu neuroscience disebut pikiran otomatis. Anak di usia ini amigdalanya sedang berkembang dengan sangat pesatnya, karena itu ia hanya mengerti respon “Yang nyaman” dan “Yang mengancam”. Respon inilah yang akan membentuk konsep diri anak, jika respon yang didapat lebih banyak “Yang mengancam, maka konsep dirinya akan terbentuk negatif, jika tak diselesaikan maka akan membawa hutang “innerchild” yang akan dibawanya sampai dewasa. wuihhh ternyata dahsyat ya dampaknya…. 😱😟😭😭😭
    “Yang mengancam” ini merupakan respon atas tidak terpenuhinya kebutuhan emosi anak, sedangkan “Yang nyaman”, dimana kebutuhan emosi terpenuhi, jadi jangan asal ngartikan, karena gara-gara ini banyak orangtua salah kaprah dengan memanjakan anak tanpa aturan dengan alasan agar anak nyaman…….. wadooooww #tepokjidat
  4. Ketika anak masuk usia 7 tahun kedua, maka perbanyak waktu anak belajar secara aktif
    Masa ini anak lelaki sudah bisa lebih diberi tanggung jawab yang melibatkan kerjasama tim. Libatkan banyak anak anda dalam kegiatan yang membuatnya berinteraksi, mengatur, dan berkolaborasi, ini akan mematangkan emosinya, serta menajamkan fikirannya juga menyalurkan energinya secara positif
  5. Latih emosi anak
    Emosi itu perlu dilatih, karena lingkungan anak kita tak melulu hanya kita, jangan lengah dengan beranggapan anak kita akan ngerti dengan sendirinya…. Untuk bahasan ini sepertinya butuh satu tulisan tersendiri…..

Yang perlu kita ingat ketika anak kita bertindak agresif adalah >>> tak perlu berkata-kata apapun, cukup belai bagian tubuhnya yang membuatnya tenang (indikatornya adalah bagian tubuh yang ketika disentuh membuatnya mudah tertidur), ketika anak dibelai maka pada belaian ketiga akan keluar hormon dopamin (hormon bahagia), Lakukan sambil tersenyum, karena penelitian membuktikan bahwa lelaki sangat menyukai senyuman (itu sebabnya islam memerintahkan istri agar selalu berwajah ceria dihadapan suami), jadikanlah senyuman manis kita sebagai penyejuk hati semua anggota rumah, sebab kita adalah ratu keluarga….

Sebenarnya masih banyak lagi hal yang harus dilakukan dalam Mematang otak emosi anak lelaki ini, tetapi poin-poin diatas saya sarikan sebagai poin paling mendasar yang wajib dilakukan…..

Wallahu ‘alam bishowab

Buat kawan – kawan yang mau share silahkan saja, tak perlu ijin, jika ingin copas, dimohon cantumkan nama penulisnya ya…
Terima kasih yang udah mau baca, like, komen dan share…. 😁🤗😘
#MyHomeParenting 
#SerieQowwam vol 3
#Pengasuhan_anaklelaki
by : Indah Hendrasari

Leave a Reply

Close Menu