Leadership Anak Lelaki

 Serie qowwam vol.4
My Home Parenting
By Indah hendrasari

Punya pengalaman betapa alotnya deal2an dengan anak lelaki?
Pernah ngerasain betapa keukeuhnya mereka akan kemauannya?
Udah ngalamin gimana sulitnya ngatur mereka?
Tau banget rasanya jatuh bangun mendisiplinkan mereka?
ga kehitung lagi gimana keselnya kita ketika mereka dibilangin bukannya manut tapi malah masang badan nantang?
serta betapa lelahnya kita udah ngomel panjang kali lebar kali tinggi, dianya malah woles aja pasang wajah innocent ……..

Kalau dari tadi kita ngangguk-angguk sambil nyengir dan ngerasa bahwa bener itu pernah kita rasain, maka selamat deh, kita ternyata selama ini dianugerahi anak lelaki yang laki banget……. Alhamdulillah

Allah telah mendesain bahwa lelaki kelak akan memimpin dimuka bumi ini, maka secara otomatis hal-hal yang harus dibutuhkan oleh kwalitas pemimpin sudah ALLAH instalkan kepada anak lelaki kita, sebagaimana kita juga udah tau bahwa sifat dasar lelaki itu adalah qowwam (baca serie qowwam vol.1), https://indahhendrasari.com/pengasuhan-anak-lelaki/

Ini juga jawaban kenapa ALLAH ciptakan otak lelaki berbeda dengan otak perempuan, dimana otak lelaki seimbang kanan dan kiri baru diusia 18 tahun, sehingga selama itu otak kanan lelaki lebih aktif bekerja, makanya ga usah heran kenapa anak lelaki cenderung santai, rileks, dan senang main-main. Kalau udah main kayak ga ada habisnya, full power.

Mereka juga lebih suka bertindak sebelum berpikir, selalu berani menaklukan tantangan, suka kegiatan ekstrim bahkan nyaris berbahaya. Ini diperlukan sebagai bekal mereka sebagai pemimpin kelak, coba bayangkan kalau pemimpin itu penakut, pencemas, ga berani bertindak, bisa-bisa mereka ngumpet dibelakang orang yang dipimpin, bukannya malah melindungi eeh malah lari dari tugas dan tanggung jawabnya, kan berabe. Lebih parah kalau pemimpin itu mudah menyerah, ga kreatif, kemampuan bertahan untuk tetap melangkah tak ada,

waah bisa kebayang kan gimana rasanya…..

Itulah sebabnya anak lelaki yang difasilitasi fitrahnya dengan baik, maka jiwa kepemimpinan yang memang sudah diinstalkan oleh ALLAH akan menjadi qowwam yang baik,jika kelak dia menjadi suami akan mempu menempa dan memberdayakan keluarganya dengan baik, sebagaimana keqawaman Rasulullah yang tampak dari istri-istrinya. Dimana setelah menikah seluruh potensi istri-istrinya berkembang dengan baik.

Aisyah tercatat menjadi gurunya dari ulama fiqih dan hafal lebih dari 1200 hadis. Istri rasul lain yang memiliki potensi menjadi ahli sosial, sehingga mendapat ummul masakin, ibunya orang-orang miskin. Hafsah menjadi ahli ibadah, asshowama al qawama, ahli puasa dan ahli ibadah. Maimunah memiliki keahlian menulis, berbagai wahyu Allah ditulis, berbagai sunah rasul ditulis dan disimpan. Istri Rasulullah menjadi bintang karena keqawaman suaminya. Hingga kisah menakjubkan para anak lelaki ini bukan lagi sekedar dongeng keren, ini jugalah kenapa Usamah bin Zaid yang mampu menjadi pemimpin perang berusia 18 tahun, Saad bin Abi waqqash berusia 17 tahun mampu melontarkan anak panah dijalan ALLAH, Zaid bin Tsabit berusia 13 tahun menulis wahyu, Atab bin Usaid diangkat menjadi gubernur Mekkah ketika berusia 18 tahun, Muhammad Al-Fatih sang penakluk konstantinopel seorang pemuda berusia 22 tahun, Abdurrahman Annashir ahli sains yang tiada duanya ketika berusia 21 tahun.

Karena seksualitas lelaki mereka berhasil dididik dengan baik…..

Mereka tidak diberangus jiwa qowwam nya, melainkan difasilitasi sedemikian rupa hingga berhasil menjadi manusia berdaya diusia belia, ga heran kenapa kegemilangan islam bisa terjadi, disaat manusia serius menyiapkan generasi, disitulah sebenarnya dia sedang serius menciptakan peradaban gemilang…. Lalu apa saja ikhtiar yang bisa kita lakukan, agar leadership anak lelaki kita bisa difasilitasi dengan baik 

  1. Berdoa sejak anak didalam kandungan, doakan agar ia mendapatkan taqdir terbaiknya
  2. Bangun akal anak lelaki kita dengan shiroh di 7 tahun pertamanya
    Banyak orangtua tahu bahwa 7 tahun pertama itu adalah layaknya raja, tapi masih banyak yang gagap dengan makna raja itu, alih-alih menyiapkan anak bermental raja, yang ada malah menyiapkan anak menjadi generasi peter pan syndrome #miris
    Hingga ga heran ketika dewasa bukannya berdaya malah selalu bawa bahaya. Pembangunan akal sangat menentukan diusia ini, perbanyak bercerita tentang shiroh keimanan, kepahlawanan, akhlak dan value diri.
  3. Kuatkan akal anak lelaki dengan dialog di 7 tahun keduanya
    Kenapa bisa ada lelaki dewasa yang perilakunya tidak bijak?.
    Jika ditelusuri bisa jadi jawabannya disini, banyak orangtua yang menyepelekan dialog dimasa 7 tahun kedua. Karena perlahan otak logika mereka merang/kai di usia ini (tetapi belum sempurna, karena sempurna baru usia 18 tahun). Maka disaat ini biasanya anak lelaki kritis, lebih banyak bantahnya daripada nurutnya, ego mereka pun tambah kuat, ini penting karena mereka memang ditaqdirkan jadi pemimpin, bayangkan jika pemimpin ga punya ego, bisa-bisa ga punya prinsip, keputusan tiap bentar berubah, wah kan kacau.
    Maka sering lah ajak anak lelaki kita dialog (bukan ceramah), ingat bicara sama anak lelaki itu harus TO THE POINT, jadi kalau ngajak mereka berdialog langsung ke pokok poin nya, jangan lama-lama karena corpus collosum mereka tipis, ga bisa nangkap banyak omongan, hanya 15 kata pertama saja yang bisa mereka tangkap, selebihnya ngawang2.

    Apa yang didialogkan >>> Realita kehidupan, merangkai mimpi masa depan, masalah keummatan, keimanan, persiapan diri menjalani peran kehidupan dsb

  4. Kembangkan akal anak lelaki dengan beragam aktivitas di 14 tahun pertama kehidupannya
    Ingat anak lelaki bukan untuk dipingit, mereka harus disiapkan agar bisa berdaya diluar, mereka kelak akan memimpin bumi ini sebagai khalifah, karena itu kayakan aktivitas mereka. 7 tahun pertama perbanyak aktivitas tak terstruktur, penuh imaginasi dan kreatifitas tinggi, melatih fisik tangguh dengan berenang, tracking, camping, mountaineering dsb…7 tahun kedua perbanyak aktivitas yang menggali gagasan mereka, dengan menggembala, tour de talent, backpacker, pertukangan, kehidupan di masyarakat, magang, project sosial masyarakat, nah di usia 10 tahun seriuslah menggali bidang bakatnya (ga usah terlalu dini, karena mereka ditaqdirkan untuk menjadi leader, lebih utama pastikan jiwa leader mereka dulu baru bidang khususnya), anak lelaki fokuskan hanya 1 bidang bakat saja yang dia expert, cobalah gali shiroh bagaimana Rasululloh menyiapkan generasi anak lelaki dengan 1 orang 1 bidang bakat khusus, inilah yang membuat islam kuat dan gemilang, jangan buat anak lelaki kita multi talenta.
  5. Sentuh jiwa anak lelaki dengan bermain bersamanya di 7 tahun pertama
    Ingat anak lelaki itu suka bermain, makanya ga usah heran kalau mereka itu loyal banget sama orang yang bersedia menjadi teman mereka, tau kan slogan anak lelaki bahwa teman adalah diri mereka, ini juga jawaban kenapa anak lelaki yang tidak ditemani oleh orangtua di 7 tahun pertama, kelak lebih suka menjadi anak geng, dimana mereka rela melakukan hal-hal diluar nalar hanya untuk diterima menjadi anggota geng, atau ketika menjadi suami dan ayah lebih mentingin kongkow bareng temennya dibanding turun tangan mengurus keluarga.

    Nah tingga pilih, mau anak lelaki kita loyal sama kita atau sama yang lain…..

  6. Pengaruhi jiwa anak lelaki dengan bersahabat dengannya di 7 tahun keduanya
    Sebagai tawanan (7 tahun kedua adalah anak sebagai tawanan, yang maknanya mereka harus disiplin dan teratur), mereka membutuhkan sahabat untuk bersandar, seseruan bareng, tertawa bersama, melalang buana bersama, kawan curhat, kawan berbagi rahasia, berbagi kegalauan dsb Agar efektif persahabatan itu, maka buatlah jadwal rutin sebagai hobi bersama, yang bisa membuat obrolan ga ada habisnya, itu kenapa Rasululloh sangat care dengan hobi para sahabat diusia cilik mereka. Oia masa ini paling berpengaruh dan menentukan adalah ayah, maka disini ayah berperan aktif, berikan tugas ini pada sang ayah, nah jika ayah tak ada, carilah ayah pengganti yang kompetensinya bisa menunjang ini.
  7. Didik anak berbakti pada orangtua
    Sebenarnya fitrah anak lelaki itu adalah penyayang. Tau ga sih kalau berdasarkan penelitian lelaki itu jauh lebih cepat melakukan reaksi emosi, karena sebenarnya lelaki itu hatinya lembut (ingat mereka pemimpin, maka sudah pasti ALLAH ciptakan mereka sempurna memenuhi kompetensi pemimpin), tugas kita hanya jangan merusak ini, sebab tanggung jawab anak lelaki kepada orangtuanya tidak putus walau mereka menikah, sebab anak lelaki adalah klan penerus keluarga.

Karena itu ajarkan anak menjadi wali keluarga, didik mereka sebagai value keeper keluarga, beri tanggung jawab pekerjaan rumah tangga (jangan pernah membayar mereka dengan uang untuk ini, karena ini adalah kewajiban yang harus ditanamkan, bukan diiming-imingi). Sebenarnya masih banyak lagi hal yang harus dilakukan dalam memfasilitasi leadership anak lelaki ini, tetapi poin-poin diatas saya sarikan sebagai poin paling mendasar yang wajib dilakukan…..

Wallahu ‘alam bishowab

Buat kawan – kawan yang mau share silahkan saja, tak perlu ijin, jika ingin copas, dimohon cantumkan nama penulisnya ya…
Yang mau baca volume sebelumnya, silahkan searching saja #serieqowwam di wall saya…
Terima kasih yang udah mau baca, like, komen dan share…. 
#MyHomeParenting
#SerieQowwam vol 4
#Pengasuhan_anaklelaki

by : Indah Hendrasari

Leave a Reply

Close Menu