Komunikasi anak lelaki

Serie qowwam Vol.5
My Home parenting
by Indah Hendrasari

Masalah terbesar yang sering dihadapi dalam pengasuhan itu adalah komunikasi, hampir 80% problem berasal dari sini, ga heran masalah komunikasi paling sering dibahas baik dibuku, seminar, maupun workshop, sebab kesalah fahaman dalam pengaplikasiannya bisa berakibat fatal, boleh searching hampir semua berita menggenaskan keluarga berawal dari ketidak tepatan komunikasi….

Berkomunikasi dengan anak – anak melibatkan pertukaran kata – kata, gagasan dan perasaan, kita berkomunikasi dengan wajah (cemberut atau tersenyum), dengan tindakan (tamparan atau pelukan), dengan diam ( hangat atau dingin), juga dengan kata – kata ( ramah atau ketus). Penyampaian pesan yang salah terhadap anak, ternyata tidak hanya sekedar membuat anak tidak mengenal dirinya (dimana kemampuan mengenal diri ini penentu self esteem seorang manusia), tetapi juga sangat berpengaruh membentuk karakter anak, dimana ini akan berdampak pada anak dalam mengenal nilai – nilai kehidupannya baik dalam pergaulannya, pendidikannya bahkan juga agamanya (baca ; tauhidnya)ngeri dampaknya….

Karena itu memahami keunikan komunikasi anak merupakan tugas terbesar pengasuhan kita, setelah kita memahami bahwa anak lelaki itu berbeda dengan anak perempuan, kita juga meyakini misi kehadiran mereka kemuka bumi ini juga membawa peran berbeda, maka ga ada salahnya kalau kita juga belajar memahami uniknya komunikasi anak lelaki, agar tidak terjadi salah faham. Tersebutlah corpus collosum, sebuah jembatan penghubung hemisper tak kanan dan kiri, kabarnya corpus collosum anak lelaki itu lebih tipis dibandingkan anak perempuan, bagian otak ini juga yang sering dinyatakan bertanggung jawab atas ketidakmampuan lelaki menangani banyak tugas dalam satu waktu, berbeda dengan perempuan yang terkenal multi tasking disebabkan memiliki corpus collosum lebih tebal 30%,  jadi ga usah ngabisin energi dengan teriak-teriak ala tarzan, untuk memanggil apalagi bertanya serta menyuruh anak lelaki kita yang sedang bermain, maklum mereka didesign agar bisa fokus dengan satu tugas (ingat mereka pemimpin), kebayang ga kalau pemimpin ga fokus, bisa berabe kan urusan, itu sebabnya jika kelak anak lelaki menjadi ayah mereka sangat fokus, sebab jembatan penghubungnya kedua belahan otaknya tipis maka kalau mereka sedang bekerja, jarang yang bisa nyambi, pasti akan berhenti, walau hanya persekian detik, makanya ga usah sakit hati kalau suami didepan laptop kita ngomong dicuekin karena memang mereka tidak diciptakan untuk bisa multi tasking. Karena itu penelitian mengatakan anak lelaki hanya mengeluarkan 7000 kata perhari, bandingkan dengan anak perempuan yang mengeluarkan 20.000 kata perhari (pantesan kita cerewet yaak) ini disebabkan lelaki hanya menggunakan otak kiri ketika bicara, sedangkan perempuan menggunakan kedua belahan otaknya, makin menebalkan keyakinan kita bahwa lelaki itu diciptakan sebagai pemimpin, karena mereka cool dan beribawa, fikirkan saja kalo seandainya pemimpin itu kebanyakan ngomong kayak kita ya, bakalan jatuh itu wibawanya?

Begitu juga jaringan otak yang dipakai, anak lelaki lebih banyak memiliki gray matter (materi abu-abu) berbanding terbalik dengan anak perempuan yang lebih banyak memiliki white matter (materi putih), jika diibaratkan dengan komponen komputer, materi abu-abu merupakan prosesor komputer (elemen utama), sedangkan materi putih adalah jaringan kabel yang menghubungkan elemen komputer, maka inilah yang menyebabkan anak lelaki jika berkata lebih suka to the point, garis besarnya saja, langsung fokus solusi, menuju tujuan pembicaraan, berbeda dengan perempuan yang lebih menimbang rasa, sebenarnya ini sangat menunjang fitrah qowwam mereka, bayangkan apa yang terjadi jika pemimpin ga bisa kasih solusi???……..

Masya ALLAH sungguh luar Maha Besar ALLAH dengan semua ciptaanNYA

Seperti yang kita ketahui bersama kalau otak anak lelaki baru sempurna diusia 18 tahun, sebelum itu otak kanannya berkembang pesat, mulai usia 7 tahun baru otak kiri anak lelaki perlahan berkembang (ini juga alasan kenapa batita lelaki lebih banyak yang mengalami speach delay karena mereka memang dominan kanan), hingga di umur 14 tahun otak kiri laki-laki akan berkembang melampaui otak kiri wanita, jadi ingat bahwa tugas pengasuhan kita sebagai ortu itu sampai anak usia 14 tahun, Masya ALLAH, luar biasanya sempurnanya agama ini, bagaimana islam membagi pendidikan anak dengan 3 masa >>> 7 tahun pertama (ibarat raja), 7 tahun kedua (ibarat tawanan), 7 tahun ketiga (ibarat perdana mentri)…….Mungkin ini juga jawaban kenapa nabi Muhammad menikahkan Usamah bin zaid di usia 14 tahun, karena memang otaknya sudah sangat berkembang, hingga ketika diusianya 18 tahun Usamah dipercaya nabi panglima perang memimpin umar bin khattab dan beberapa sahabat senior lainnya, karena fitrah qowwam mereka berkembang maksimal, padahal tentu saat itu teori tentang otak ini belum familiar.

Keunikan lainnya adalah anak lelaki tidak suka kontak mata ketika berbicara, ga usah kesel apalagi sampe maksa anak lelaki kita untuk menatap kita kalau sedang bercakap dengannya. berhentilah bicara “Ayo abang coba lihat mama”. Percayalah itu ga ada gunanya. Ketika menjadi suami mereka pun jika berbicara dengan istrinya jarang mau kontak mata (jangan mau kehipnotis sama drakor, dimana pemeran pria kalau ngomong tatap mata), percayalah bukannya mereka ga peduli atau acuh tak acuh, melainkan memang begitu mereka diciptakan……..

Bayangkan kalau pemimpin itu kalau bicara serius natap mata kita bukannya kita akan keki serasa dihakimi?. 

Makanya ga usah heran kalau banyak ahli yang nyaranin >>> jangan tanya apapun sama anak lelaki mu sepulang sekolah, cukup sambut dia, senyum manis, pastikan dia kenyang, seger, baru deh tanya-tanya …….

Saran diatas juga berlaku untuk suami kita lho…

Karena itu ga banyak manfaatnya kalau kita sibuk mengotak atik dengan keunikan mereka, lebih baik kita kembangkan komunikasi mereka. Berikut beberapa ikhtiar untuk komunikasi produktif kepada anak lelaki :

  1. Rubah paradigma kita dengan perbanyak syukur dan sabar
    Kenapa? Karena dalam keseharian kita sering merasa bahwa waktu “sempit” atau “sedikit”, hingga membuat kita memilih jalan pintas yaitu bicara tergesa-gesa, padahal kita tahu bahwa bicara tergesa-gesa, apalagi sambil marah-marah dengan muka garang tanpa senyum hanya akan membuat pesan yang kita sampaikan gagal diterima otak anak lelaki kita. Ingat corpus collosumnya tipis, karena itu bicaralah dengan tenang…. bagaimana bisa tenang , ya tentu saja dengan syukur (cherish every moment) dan sabar (slowdown mommy)…. ketika kita ada dikeadaan syukur dan sabar, innsya ALLAH akan dimudahkan untuk memetakan kita bahwa masalah siapa ini? apakah need or want? juga memudahkan kita untuk tersenyum.
    Masih ingatkan bahwa lelaki menyukai senyuman, sebab senyum dapat mengaktifkan hormon seretonin yang membuat anak lelaki merasa senang. Jika perasaan senang, otak bisa menyerap lebih banyak.
  2. Hindari parenthogenic
    Pesan bu elly risman hindarilah 12 gaya komunikasi populer karena akan berdampak luar biasa terhadap konsep diri anak, jika kita sering meresponnya dengan menggunakan 12 gaya populer ini, anak akan merasa tidak percaya dengan emosi atau perasaannya sendiri. Padahal sangat penting bagi anak untuk belajar percaya dengan perasaannya dan dirinya, hal tersebut akan mendukung perkembangan emosinya dan mendorong anak tumbuh menjadi percaya diri. Jika perkembangan emosi anak baik, ia juga akan memiliki kontrol diri yang baik ketika menghadapi suatu masalah, bahkan ia akan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.
    12 gaya populer >>> Memerintah, Menyalahkan, Meremehkan, Membandingkan, Memberi cap, Mengancam, Menasehati, Membohongi, Menghibur, Mengeritik, Menyindir, Menganalisa (Lebih detail baca komunikasi dalam parenting)
  3. KISS (Keep Information Short and Simple)
    Jelas ya kalau anak lelaki hanya menggunakan otak kiri saat berbicara atau mengolah informasi, jadi mereka hanya nangkap 15 kata pertama, selebihnya ngawang-ngawang, maka langsung saja TO THE POIN, sampaikan poin tujuan pembicaraan dalam kepingan kata-kata pendek, untuk usia 7 tahun kebawah bagusnya dibawah 10 kata, makin kecil umur makin dikit kata nya, jadi 10 kata berhenti, nunggu balasan, baru lanjut lagi 10 kata dst, diatas 7 tahun pun cuma bisa nangkap 15 kata, ini juga tips buat istri kalau bicara sama suami jangan lebih 15 kata, nunggu respon baru lanjut 15 kata dst
  4. Sentuh anak lelaki ketika mau mengajak nya bicara
    Salah satu hobi kita adalah teriak atau ngomong dari jarak jauh ketika manggil, minta tolong atau nanya sesuatu yang tetiba kita inget sama anak lelaki kita, lucunya kita juga tau kalau mereka ga bakal respon, tapi tetep aja kita lakuin. Karena fikiran lelaki itu fokus, maka untuk mengalihkan perhatiannya kekita, maka sentuhlah bagian tubuhnya, bisa dengan mencolek atau menepuk, tapi inget biarkan mereka tak kontak mata dengan kita, dengan begitu insya ALLAH mereka akan segera merespon kita dengan baik.
  5. 5. Latih kemampuan komunikasinya
    Ini cukup panjang pembahasannya, intinya adalah anak lelaki tidak suka berpanjang lebar, padahal dikehidupannya kelak akan ada masa yang menuntutnya untuk berpanjang lebar, maka mereka harus dilatih peka memahami emosi lawan (digunakan untuk deal2 bisnis dan politik), juga dilatih memahami pemahaman lawan bicara (digunakan ketika berbicara didepan audience atau ketika blusukan sebagai pelayan rakyat).

Sebenarnya masih banyak lagi hal yang harus dilakukan dalam mengembangkan komunikasi anak lelaki ini,

Tetapi poin-poin diatas saya sarikan sebagai poin paling mendasar yang wajib dilakukan…..
Buat kawan – kawan yang mau share silahkan saja, tak perlu ijin, jika ingin copas, dimohon cantumkan nama penulisnya ya…
Terima kasih yang udah mau baca, like, komen dan share…. #MyHomeParenting

#SerieQowwam vol 5
#Pengasuhan_anaklelaki
by : Indah Hendrasari

Leave a Reply

Close Menu