Rambu-Rambu dalam Pemberian Uang Saku

“Rambu-Rambu Uang Saku”

Rambu – Rambu dalam pemberian uang saku
Serie Pengasuhan Keuangan Vol. 6
by ; Indah Hendrasari

Pagi maak….
Masih semangat dalam pengasuhan keuangan kan mak. Di tulisan-tulisan lalu saya pernah menyinggung tentang uang saku, nah sekarang mak, saya mau bagi tentang apa saja rambu-rambu dalam pemberian uang saku itu maak.

Terus pantengin tulisan saya ya maak….

Seperti yang udah kita fahami mak, bahwa uang saku berbeda dengan uang jajan, jika uang jajan sifatnya tanpa perencanaan, dimana anak minta disitu emak ngasih, terus besarannya ga berpola, bisa aja sih komitmennya 5 ribu sehari tetapi kenyataannya sering melebihi, emak merasa ga masalah karena memang ga ke data, kirainnya memberi lebih disebabkan kebutuhan, ga taunya emak ngasih hanya berdasarkan asumsi, yang berakibat anak akan berpikir bahwa uang jatuh dari langit ….
Nah kalo uang saku, harus pake perencanaan, semua kebutuhan keuangan anak harus sudah dihitung terlebih dahulu, ada evaluasinya, istilah kerennya ada manajemennya. Biar para emaks ga bingung gimana caranya nentukan uang saku untuk anak, berikut deh mak rambu – rambu nya yang musti emak patuhi ;

1. Tentukan berapa nominal pemberian uang saku
Uang saku sudah bisa dikenalkan di usia 3 tahun, hanya saja saat itu bukan berbentuk pemberian secara lengkap melainkan hanya mengenal 3 spending produktif, yaitu untuk infaq atawa sedekah (charity), untuk investasi, dan untuk tabungan (saving), nah untuk awal ini bisa menggunakan teori 10 20 70, 10% untuk infaq, 20 % untuk investasi, dan 70 % untuk saving. Jadi misalnya emak berencana ngasih anak uang saku Rp 1000 sehari, maka ajak anak untuk memasukkan Rp 100 ke celengan (bisa pake celengan mak, atau amplop, atau dompet, mana yang disepakati sama anaknya aja mak). Lalu Rp 200 ke celengan investasi dan sisa Rp 700 ke celengan saving, nah mak untuk membeli mainan kesukaan anak bisa diajarkan anak ngumpulin dulu dari sini mak. Untuk jajan umur 3 tahun belum disaranin ya mak. Nah untuk usia 6 tahun maka bisa dikenalkan dengan pos lainnya, seperti

  • Uang transportasi (jika jarak antar sekolah dan rumah memerlukan transportasi)
  • Uang makan (ini optional ya, tergantung dari value masing-masing keluarga), dan
  • Uang belanja atawa uang jajan atau istilah kerennya food grocery (ini juga optional, tergantung value keluarga)

Untuk besarannya silahkan dihitung berapa keperluan si anak, beda umur beda nominal, untuk berapa persen masing – masing posnya juga tergantung kebutuhan si anak, tetapi yang tetap itu adalah uang infak sebaiknya 10 % (walaupun islam mengajarkan kita menyisihkan 2,5% dari harta, maka kita disini mengajarkan anak, untuk lebih banyak bersedekah). Uang investasi 10 – 20 % (tergantung nanti perencanaan investasinya kemana), uang tabungan 10 %, nah sisanya 60 – 70 % inilah yang diolah untuk jadi uang makan, uang transportasi, uang food grocery. Untuk usia 8 tahun bisa ditambah mak dengan uang pendidikan, yang kisarannya boleh 5 – 10 % . Tetapi mak ini semua pilihan, karena itu rencanakan dengan baik mak, dengan melihat kondisi keuangan keluarga emak juga…

2. Tentukan frekuensi pemberian uang saku
Banyak emak yang nanyain saya gimana ya frekuensi pemberian uang saku ini, berapa kali sebaiknya. Memang mak, ga ada teorinya berapa kali sebaiknya, cuma saya ambil aja dari teori pendampingan dan melihat kebutuhan umur yaitu rentang kemampuan fokus anak. Di usia 3 tahun sebaiknya diberikan sehari sekali, nah jika uang saku baru dilakukan pada usia yang sudah lebih besar juga sebaiknya dimulai dari memberinya tiap hari. Jika anak sudah handal dan faham, maka bisa frekuensi di kurangi, menjadi seminggu sekali, atau dua minggu sekali atau sebulan sekali. 

3. Kala anak butuh uang tambahan
Ketika merencanakan pemberian uang saku ini, maka mak selaku orang tua, kita ini wajib memikirkan aturan, bagaimana jika anak membutuhkan uang tambahan, atawa ketika anak mau minjem uang sedangkan jatah pemberian uang saku masih lama. Silahkan mak dibuat aturannya, bisa dengan ;

  • Syarat2 pemimjaman,
  • Bisa juga dengan adanya penetapan bagi hasil atau bunga ketika mengembalikan (tergantung value mak, penganut riba apa non riba)

disini mak kita sekalian bisa mengenalkan ke anak tentang sistem peminjaman, kredit dan bunga (bagi yang menganut value ini), serta bagi hasil (yang menganut value syariah atau non riba)…

Yang perlu di ingat setiap transaksi harus tertulis mak, jadi terdata,

Anak akan belajar mengarsip keuangannya dengan baik, hingga faham kemana arus dan perputaran uangnya, sebuah skill wajib yang dimiliki kelak ia dewasa. Untuk syarat – syarat peminjaman harus jelas ya mak, ingat mak jangan tergoda untuk memberi pinjaman karena kita mampu meminjamkan mak, tetapi mak hitung banget – benget apakah pemimjaman ini bener – benar dibutuhkan serta menguntungkan kedua belah Pihak.

4. Tentukan aturan jelas sesuai value keuangan yang tepat
Dalam Pemberian uang saku ini mak, harus jelas-jelas value keuangan kita dulu mak. Seperti mak, ada keluarga yang beranggapan sah-sah saja menjadikan uang sebagai pengendali sikap anak, jadi jika anak bersikap sesuai aturan maka akan dapat hadiah uang. Ada lagi mak keluarga yang menjadikan uang sebagai pembayar tenaga anak dalam membantu pekerjaan rumah tangga, menurut keluarga ini hitung – hitung sebagai ganti bayar ART.

Apakah itu salah mak ????…..

Tergantung mak, apa tujuan pengasuhan dari keluarga itu, jika tujuan pengasuhan keluarga itu ingin semua anggota keluarga peduli dengan situasi rumah dan satu sama lain saling peka, maka ajaran diatas GA COCOK mak. Seperti di keluarga saya mak, cara diatas tidak akan kami terapkan karena tidak cocok, dalam value pengasuhan kami, bahwa anak wajib berbakti kepada keluarganya, anak juga wajib belajar etos kerja yang baik, melalui mengerjakan tugas – tugas rumah tangga.

5. Pemberian uang saku bagi remaja
Sebenarnya pemberian uang saku pada remaja itu kurang efektif mak. Karena sesungguhnya anak sudah bisa diajarkan mencari uang sendiri sejak usia 8 tahun, tetapi jika emak belum tau waktu itu n pengen banget ngajarinnya sekarang, ya gpp juga seeh mak, secara ga ada kata terlambat untuk belajar. Nah saat ingin memberikan uang saku pada remaja pertama kalinya, mak yang sudah pastikan :

  • Remaja faham makna uang, dari mana uang berasal, kenapa kita harus punya uang, gimana cara dapetin uang, pokoknya mak everything about uang lah mak.
  • Remaja faham bahwa uang itu sangat dibutuhkan, karena itu perlu perencanaan bagaimana mendapatkan sumber uang, serta bagaimana pengelolaannya.
  • Remaja faham bahwa bukan tugas orang tua membiayai anak sampai seumur hidup, melainkan ada batasnya, kalau di keluarga saya, ini sudah difahamkan bahwa mereka masih dibiayai sampai mereka baligh atawa 15 tahun.
  • Remaja faham bahwa pemberian uang saku saat ini hanya bersifat sementara (semacam subsidi) yang jangkanya hitungan bulan, sambil mereka juga belajar mendapatkan uang sendiri.
  • Uang saku dirancang bersama remaja, menghitung kebutuhan remaja, dan daya sanggup keuangan keluarga….

Jika semua item diatas sudah difahami, maka buat aturan pemberian uang saku dengan jelas, untuk frekuensi, sebaiknya diawal dilakukan perhari, sampai ia mengerti, baru frekuensi dikurangi menjadi perminggu, perdua minggu, pertiga minggu, perbulan dsb

6. Tentukan kapan saat uang saku tidak lagi diberikan
Harus ada kejelasan kapan uang saku di hentikan, baik dihentikan sementara maupun dihentikan karena umur sudah tak pantas. Dalam keluarga kami, uang saku dihentikan sementara jika anak tak mematuhi aturan uang saku, dan dihentikan pemberiannya ketika anak sudah bisa mencari uang sendiri dengan continue. Sebelumnya anak sudah melist kegiatan – kegiatan apa saja yang akan dilakukan agar ia mendapatkan uang, bisa juga kita kenalkan dengan magang ataupun pekerjaan part time di tempat usaha kita atau kenalan dan kerabat kita.

Gitu deh maak, rambu – rambu dalam pemberian uang saku sepengetahuan saya, silahkan maak kalo mau diterapkan, insya ALLAH ya maak kita bersama membuat gebrakan

KELUARGA SADAR PENGASUHAN KEUANGAN…..

Pantengin tulisan saya yang lainnya ya mak, dan mohon untuk copas cantumkan nama saya ok mak, lebih afdhol lagi kalo emak share banyak – banyak tulisan saya ini.
Mohon maaf yaa maak kalo ada salah – salah kata….

Serie Pengasuhan Keuangan Vol. 6
by Indah Hendrasari
#FESTRO
#Mandirifinansial
#Pengasuhan_Keuangan
FB/IG : Indah Hendrasari

Leave a Reply

Close Menu